Inilah 8 Faktor Penyebab Epilepsi Yang Sering Terjadi

8 Faktor Penyebab Epilepsi Paling Umum ,- Epilepsi merupakan kelainan pada sistem saraf pusat yang menjadikan seseorang mengalami kejang secara berulang.

Kondisi ini terjadi karena adanya gangguan pada sistem saraf otak yang mengakibatkan sel neuron bekerja secara berlebihan. Faktor penyebab epilepsi pun sangat beragam. Apa saja faktor penyebab tersebut ? mari kita simak ulasannya berikut ini.

Faktor Penyebab Epilepsi Yang Sering Terjadi

8 Faktor Penyebab Epilepsi Paling Umum

Mengetahui penyebab epilepsi penting untuk dilakukan, utamanya bagi penderita epilepsi. Karena dengan mengetahuinya, penderita tentu dapat menghindari penyebab tersebut sehingga epilepsi pun tidak terjadi.

Meskipun penyebab pasti epilepsi belum diketahui dengan jelas, namun terdapat beberapa faktor yang diduga dapat menyebabkan epilepsi, diantaranya :

  1. Faktor Keturunan

Kebanyakan orang mengalami epilepsi karena adanya riwayat keturunan keluarga yang menderita epilepsi. Peneliti menemukan bahwa epilepsi berhubungan dengan gen tertentu yang lebih sensitif terhadap lingkungan pemicu kejang.

  1. Usia

Umumnya epilepsi terjadi pada anak kecil dan lansia. Ketika anak baru berusia 1 atau 2 tahun, ia bisa mengalami kejang akibat epilepsi. Kondisi ini biasanya akan hilang seiring dengan semakin bertambahnya usia anak.

Sementara pada orang yang berusia 35 tahun ke atas atau lansia, tingkat kasus epilepsi yang mulai terjadi pun dapat meningkat. Kondisi ini biasanya dipicu oleh stroke, penyakit alzheimer, dan tumor otak yang semuanya dapat mengakibatkan epilepsi.

  1. Mengalami Gangguan Mental

Epilepsi termasuk gangguan otak yang dapat dipicu oleh penyakit autisme dan neurofibromatosis. Yang mana kedua penyakit tersebut dapat menyebabkan penurunan interaksi sosial dan kemampuan bahasa.

Selain itu, sebuah penelitian membuktikan jika orang dewasa yang menderita epilepsi lebih mungkin mengalami tanda-tanda autisme dan sindrom asperger ke depannya.

  1. Trauma Pada Otak

Adanya kerusakan atau cedera pada otak dapat membuat sel-sel otak (neuron) menjadi hancur. Hal ini bisa disebabkan oleh kerusakan fisik seperti pasca operasi bagian otak, kecelakaan, terbentur atau hal lain yang menyebabkan saraf otak mengalami kerusakan.

  1. Menderita Penyakit Stroke

Stroke merupakan penyakit yang dapat mengakibatkan kerusakan pada struktur otak hingga akhirnya menyebabkan epilepsi. Banyak penelitian yang membuktikan jika stroke adalah faktor penyebab utama epilepsi pada orang dewasa yang berusia lebih dari 35 tahun.

  1. Kondisi Medis Tertentu

Selain stroke, epilepsi juga dapat dipicu oleh penyakit lainnya seperti meningitis, AIDS, infeksi otak dan radang selaput otak. Walaupun tidak dapat dipahami dengan jelas penyebab pastinya, tetapi kondisi tersebut dapat mengakibatkan penderitanya mengalami epilepsi.

  1. Cedera Prenatal

Cedera prenatal yaitu penyakit yang terjadi pada bayi dan menyebabkan bayi mengalami cedera sebelum lahir. Hal ini tentu akan membuat bayi rentan mengalami kerusakan pada otaknya.

Umumnya cedera prenatal disebabkan oleh beberapa kondisi, seperti infeksi pada ibu, kurangnya nutrisi dan oksigen ketika lahir. Adanya kerusakan pada otak inilah yang menyebabkan anak mengalami epilepsi ketika lahir.

  1. Kehamilan

Meskipun tidak semua wanita hamil akan mengalami epilepsi. Namun pada sebagian ibu hamil, hormon estrogen dapat meningkatkan aktivitas listrok otak dan progesteron yang mempunyai efek sebaliknya. Epilepsi yang terjadi pada ibu hamil berpotensi diturunkan pada bayinya.

Nah, dengan mengetahui faktor penyebab epilepsi ini, tentu kita dapat meminimalisir resiko terkena penyakit epilepsi. Kebanyakan penderita epilepsi dapat terbebas dari kejang dengan mengkonsumsi obat antiepilepsi untuk mencegah terjadinya kejang berulang.

Walaupun begitu, penderita yang mengalami kejang lebih dari 15 menit, sebaiknya segera bawa ke dokter atau layanan kesehatan terdekat agar dapat ditangani dengan cepat.

Alasan kenapa kejang pada penderita epilepsi perlu ditangani dengan cepat adalah untuk menghindari terjadinya komplikasi dan situasi yang bisa membahayakan nyawa penderitanya.

Baca Juga Artikel Terkait Epilepsi Lainnya :

Gejala Awal Epilepsi
Pantangan Makanan Penderita Epilepsi

Tanaman Obat Epilepsi Yang Mudah Dibuat

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *